Menurut Kantor Berita ABNA, Khatib shalat Jumat Tehran mengatakan bahwa keberhasilan penyelenggaraan KTT GNB Ke-16 Tehran mampu mengisolasi rezim Zionis Israel dan Amerika di dunia dan kawasan.
Ayatullah Ahmad Khatami, khatib shalat Jumat Tehran hari ini menyinggung konspirasi yang dilakukan oleh rezim Zionis Israel dan Amerika untuk mengurangi gaung KTT GNB Tehran di dunia internasional. Ayatullah Khatami mengatakan, "Partisipasi luas kepala-kepala negara anggota GNB berhasil menggagalkan seluruh konspirasi anti Republik Islam Iran.
Khatib shalat Jumat Tehran menyebut Amerika dan rezim Zionis Israel sangat gusar dengan keberhasilan penyelenggaraan KTT GNB Ke-16 Tehran. Karena keberhasilan itu juga membuktikan bahwa Iran tidak terisolasi dari pergaulan internasional.
Ayatullah Khatami juga menjelaskan upaya dan ancaman Zionis Israel dan Amerika agar kepala-kepala negara anggota GNB tidak ikut dalam konferensi itu. Dikatakannya, "Wakil-wakil dari pelbagai negara yang tiba di Iran untuk mengikuti KTT GNB Ke-16 Tehran akhirnya memahami bahwa apa yang dibisikkan kepada mereka sebelum ini semata-mata bohong dan disebarkan oleh media-media mainstream.
"Para musuh dan media-media Barat mengakui bahwa penyelenggaraan KTT GNB Ke-16 Tehran merupakan kemenangan besar bagi Iran dan sanksi yang diberlakukan tidak berdampak apa-apa terhadap aktivitas nuklir damai Iran," ujarnya
Ayatullah Khatami juga menyinggung pidato historis Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei di acara pembukaan KTT GNB Ke-16 Tehran. Ia mengatakan, "Pernyataan beliau sangat argumentatif dan berani. Beliau menjelaskan tentang pentingnya mengubah managemen dunia yang tidak adil dan diselenggarakannya pemilu yang demokratis dan bebas di Palestina dengan dihadiri oleh seluruh warga Palestina.
Ayatullah Sayid Ahmad Khatami kemudian menambahkan, "Barangsiapa yang ingin memahami betapa pentingnya KTT di Teheran ini hendaklah mereka melihat pada kemarahan luar biasa dari kalangan pemimpin Amerika dan rezim Israel. Mereka berusaha sejak beberapa bulan lalu agar para pemimpin negara-negara anggota tidak masuk ke Teheran, atau menyebabkan mereka cukup menghadiri pertemuan di peringkat paling bawah, namun kehadiran negara-negara anggota dalam KTT ke-16 ini melebihi dari target yang paling minimal dan berlangsung sukses sehingga menyebabkan Israel kecewa seperti yang dilaporkan oleh media akhbar al-Ahram."
Beliau menegaskan, "Sudah sejak lama media Barat melakukan propaganda bahwa Republik Islam Islam adalah negara yang terkucil dari pergaulan internasional, namun dengan berlangsungnya konferensi ini seluruh dunia memahami bahwa Iran tidak terasing; malah kehadiran dua per tiga anggota PBB di Teheran menunjukkan Amerika dan Israel yang jutsru tersisih, hal ini menunjukkan ancaman, suap, usaha diplomatic dan target mereka tidak tercapai."
Beliau menerangkan bahwa ketua negara-negara anggota GNB dapat lebih mengenali Iran setelah kunjungan mereka. "Awalnya sebagian dari mereka menyangka begitu memasuki Teheran mereka akan melihat sebuah Negara yang kacau balau dan rakyatnya kebanyakan pengemis karena kesulitan ekonomi. Namun mereka melihat sendiri Iran yang stabil, tenang, aman dan penuh kehormatan. Mereka juga akhirnya paham bahwa apa yang mereka dapatkan dari media hanyalah rekayasa dan pembohongan public untuk melayani kepentingan AS dan Israel semata-mata." Ujar beliau.
Anggota Majelis Khobregan Rahbar ini menceritakan pengakuan musuh Iran tentang kesuksesan sebagai tuan rumah dalam penyelenggaran KTT GNB dengan berkata, "Berlangsungnya konferensi ini adalah suatu kerja besar, dalam kerja ini rakyat serta pegawai sukarela Basij sangat diperlukan. Ucapan terima kasih ditujukan kepada rakyat; Kantor Berita selaku media nasional dan media informasi mampu menunaikan tanggungjawab, begitu juga para tenaga medis, polisi, keamanan dan para pegawai, ucapan terima kasih juga ditujukan kepada mereka. Namun di antara semua ini, kita tidak boleh lupa peranan asasi dalam keberhasilan yang progresif ini, yaitu pemimpin tertinggi (Rahbar)," tambah beliau.
"Beliau memiliki keberanian menyatakan pendiriannya, dalam konferensi internasional tersebut beliau beliau secara terbuka membongkar kebobrokan AS sebagaimana yang biasa beliau lakukan dalam menjelaskan konspirasi rezim Zionis. Setelah pernyataan itu, rezim Zionis marah, sebagai bantahan mereka mengatakan: mengapa tidak ada seorang pun yang keluar dari konferensi untuk protes? Karena pada kenyataannya tidak ada satupun delegasi yang keluar dari ruang pertemuan, maka ini menunjukkan bahwa regim Zionis yang justru terpinggirkan dan tersisih dari negara-negara lain."
"Disela-sela konferensi, pemimpin tertinggi mengadakan 18 pertemuan yang mana ini menunjukkan semangat dan ketegasan pemimpin tertinggi revolusi dalam menyampaikan pesan revolusi Islam kepada negara-negara lain," tambah beliau.